Pasar Modal Jatim Tumbuh Pesat, Investor Tembus 1,2 Juta dan Transaksi Melonjak 225 Persen

pemerintahan | 30 Mei 2026 07:45

Pasar Modal Jatim Tumbuh Pesat, Investor Tembus 1,2 Juta dan Transaksi Melonjak 225 Persen
Kantor Perwakilan Otoritas Jada Keuangan (OJK) Jawa Timur di Surabaya. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Kinerja pasar modal di Jawa Timur menunjukkan tren positif sepanjang awal 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur mencatat peningkatan signifikan pada jumlah investor, nilai transaksi saham, kepemilikan saham, hingga penghimpunan dana melalui Securities Crowdfunding (SCF).

 

Kepala OJK Jawa Timur, Yunita Linda Sari, mengatakan kepercayaan investor terhadap pasar modal nasional masih terjaga. Kondisi tersebut tercermin dari pertumbuhan jumlah investor yang terus meningkat di berbagai instrumen investasi. Dilansir dari antaranews.com, Sabtu, (30/5/2026).

 

“Terlihat adanya kepercayaan investor Jawa Timur terhadap pasar saham nasional yang masih terjaga,” ujar Yunita di Surabaya, Jumat (29/5/2026).

 

 

Data OJK menunjukkan jumlah Single Investor Identification (SID) saham mencapai 1.205.606 investor, atau tumbuh 39,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, SID Surat Berharga Negara (SBN) mencapai 193.665 investor atau naik 18,09 persen, dan SID reksa dana mencapai 2.252.901 investor atau tumbuh 32,64 persen secara tahunan.

 

Menurut Yunita, peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat Jawa Timur terhadap investasi. Digitalisasi layanan keuangan dan meningkatnya literasi keuangan juga menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan tersebut.

 

“Ini menunjukkan bahwa investor di Jawa Timur semakin matang dalam menentukan pilihan investasi,” katanya.

 

Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi beli saham pada Januari 2026 mencapai Rp37,2 triliun, melonjak 225,91 persen dibandingkan Januari 2025. Kenaikan ini didorong kondisi pasar yang lebih bullish, potensi imbal hasil yang menarik, serta meningkatnya partisipasi investor ritel.

 

Sementara itu, nilai transaksi jual saham tercatat Rp35,54 triliun, atau tumbuh 224,35 persen secara tahunan. Tingginya aktivitas perdagangan tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor di tengah kondisi pasar yang semakin kondusif.

 

 

Secara keseluruhan, total transaksi saham pada Januari 2026 mencapai Rp72,74 triliun, meningkat 225,15 persen dibandingkan Januari 2025 yang sebesar Rp22,37 triliun.

 

Kemudahan akses melalui platform digital dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mendorong aktivitas investasi. Investor kini dapat bertransaksi dengan lebih cepat dan efisien, sekaligus memperoleh akses informasi yang lebih luas.

 

Di sisi lain, nilai kepemilikan saham investor Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat mencapai Rp159,28 triliun, meningkat 73,82 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang sentimen pasar yang membaik, kondisi ekonomi yang relatif stabil, dan meningkatnya kepercayaan investor.

 

Untuk instrumen reksa dana, nilai penjualan pada Desember 2025 mencapai Rp4,9 triliun, atau tumbuh 154,60 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong membaiknya kondisi pasar, menurunnya tekanan suku bunga, serta meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi yang dikelola secara profesional.

 

Dari sisi jumlah nasabah, segmen institusi mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 73,26 persensepanjang 2025. Hal ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan investor institusional terhadap reksa dana sebagai instrumen pengelolaan dana.

 

Sementara itu, pertumbuhan investor perorangan tetap berlanjut meski lajunya mulai melambat. Kondisi ini menandakan penetrasi investor ritel di Jawa Timur mulai memasuki fase yang lebih matang.

 

 

 

Pada sektor Securities Crowdfunding (SCF), hingga Februari 2026 terdapat 34 penerbit dengan jumlah pemodal mencapai 7.938 investor. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp61,7 triliun, dengan sektor primary consumer goods menjadi penyumbang penghimpunan dana terbesar.

 

Yunita menegaskan, perkembangan pasar modal Jawa Timur menunjukkan pemulihan dan pertumbuhan yang kuat setelah sempat menghadapi tekanan pada periode sebelumnya.

 

“Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor, kebutuhan diversifikasi portofolio, serta semakin pentingnya instrumen investasi yang fleksibel dan mudah diakses di tengah perkembangan ekosistem digital keuangan,” pungkasnya. (ivan)