SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi meluncurkan Program Beasiswa Santri Tahun 2026 dengan menyediakan 1.100 kuota bagi santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur. Program yang digelar bersama Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur ini menjadi upaya memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mencetak sumber daya manusia pesantren yang unggul dan berdaya saing global.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan program beasiswa santri merupakan wujud komitmen Pemprov Jatim dalam meningkatkan kualitas SDM serta membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi kalangan pesantren. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Jumat, (12/6/2026).
“Kita mencoba terus menguatkan kualitas SDM di Jawa Timur dan memberikan akses yang lebih luas kepada para santri dari berbagai pondok pesantren,” kata Khofifah saat peluncuran program di Surabaya, Rabu, (10/6/2026).
Menurut Khofifah, program beasiswa santri telah berjalan sejak tahun 2006 pada masa kepemimpinan Gubernur Imam Utomo. Program tersebut kemudian terus berkembang pada era Gubernur Soekarwo dengan cakupan beasiswa yang diperluas hingga jenjang magister, doktoral, dan studi ke Universitas Al-Azhar Mesir.
Tahun 2026, Pemprov Jatim menghadirkan inovasi baru berupa program beasiswa berbasis Science, Technology, Engineering, Economics and Mathematics (STEM). Program ini dirancang untuk membuka peluang karier yang lebih luas bagi santri di bidang sains, teknologi, dan profesi strategis lainnya.
“Program ini diharapkan dapat menguatkan diversifikasi profesi berbasis pesantren. Jadi para santri memiliki peluang lebih besar untuk berkiprah di berbagai bidang keilmuan dan profesi,” ujarnya.
Khofifah menegaskan peningkatan kualitas SDM menjadi kebutuhan mendesak di tengah pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi dan peradaban dunia yang semakin mengarah ke kawasan Asia. Karena itu, penguatan pendidikan bagi generasi muda, termasuk santri, harus terus dilakukan agar mampu bersaing di tingkat internasional.
“Saya optimistis Jawa Timur memiliki potensi besar untuk mengambil peran dalam perkembangan peradaban dunia melalui pendidikan, budaya, dan teknologi yang terus berkembang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua LPPD Jawa Timur, Abdul Halim Soebahar, menjelaskan kuota beasiswa tahun 2026 sebanyak 1.100 penerima yang terbagi dalam berbagai skema pendidikan. Program tersebut mencakup jenjang sarjana (S1), magister (S2), doktoral (S3), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Ma’had Aly Marhalah Ula dan Marhalah Tsaniah, hingga program magister di Universitas Al-Azhar Mesir.
Menurutnya, jumlah perguruan tinggi yang bermitra dalam program ini terus meningkat setiap tahun. Pada 2026 tercatat 64 perguruan tinggi di Jawa Timur serta Universitas Al-Azhar Mesir menjadi mitra penyelenggara.
“Sejak tahun 2019 hingga sekarang sudah ada sekitar 150 perguruan tinggi yang bekerja sama dalam program ini, termasuk Al-Azhar,” katanya.
Abdul Halim berharap Program Beasiswa Santri dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang.
“Program ini telah melahirkan banyak sumber daya manusia berkualitas dan menjadi investasi penting bagi masa depan Jawa Timur,” pungkasnya. (ivan)