Trans Jatim Ekspansi ke Malang Raya dan Pasuruan, Layani Kawasan Industri hingga Destinasi Wisata

pemerintahan | 12 Juni 2026 08:32

Trans Jatim Ekspansi ke Malang Raya dan Pasuruan, Layani Kawasan Industri hingga Destinasi Wisata
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono memberikan keterangan terkait rencana perluasan layanan Bus Trans Jatim ke wilayah Malang Raya dan Pasuruan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026 untuk mendukung mobilitas pekerja kawasan industri dan sektor pariwisata. (dok kominfo)

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim menyiapkan perluasan layanan Bus Trans Jatim ke Malang Raya dan Pasuruan pada akhir tahun 2026. Penambahan koridor baru ini menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan transportasi publik yang murah, aman, dan terjangkau bagi masyarakat.

 

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, mengatakan pengembangan koridor baru tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Timur agar manfaat Trans Jatim dapat dirasakan lebih luas, tidak hanya di kawasan Gerbangkertasusila. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Jumat, (12/6/2026).

 

“Sesuai arahan Ibu Gubernur, kami merencanakan penambahan koridor Trans Jatim di Malang Raya dan Pasuruan. Di Pasuruan, rute ini diarahkan untuk melayani kawasan industri sesuai harapan para buruh, sehingga dapat membantu mengurangi biaya transportasi harian mereka,” ujar Nyono, Kamis, (11/6/2026).

 

 

Untuk wilayah Malang Raya, operasional koridor baru ditargetkan mulai berjalan pada akhir November 2026. Berdasarkan hasil kajian Dishub Jatim, Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang akan dioptimalkan sebagai pusat layanan (hub) Trans Jatim.

 

Dari terminal tersebut, layanan bus akan dibagi ke dua rute utama. Rute selatan menghubungkan Terminal Hamid Rusdi, Gelora Ken Arok, Pakisaji hingga Kepanjen sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Malang. Sementara rute timur melayani perjalanan menuju Tumpang.

 

Menurut Nyono, koridor menuju Tumpang memiliki nilai strategis karena dapat mendukung sektor pariwisata. Ke depan, Terminal Tumpang diharapkan terintegrasi dengan kebijakan pengembangan wisata Kabupaten Malang, khususnya akses menuju kawasan Gunung Bromo melalui Poncokusumo.

 

Selain itu, Terminal Hamid Rusdi juga akan terhubung langsung dengan Koridor 1 Malang Raya yang melayani rute menuju Terminal Landungsari dan wilayah sekitarnya.

 

Untuk menunjang operasional koridor baru tersebut, Dishub Jatim menyiapkan sekitar 15 unit armada bus. Tarif layanan tetap mendapatkan subsidi pemerintah, yakni Rp5.000 untuk masyarakat umum dan Rp2.500 bagi pelajar, mahasiswa, serta santri.

 

Nyono menjelaskan kebutuhan anggaran operasional satu koridor selama satu tahun diperkirakan mencapai Rp25 miliar. Meski demikian, kehadiran transportasi publik yang memadai di Malang Raya dinilai sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat.

 

“Dengan tarif Rp5.000, layanan ini sangat membantu masyarakat kecil, terutama pekerja kawasan industri dan warga di wilayah aglomerasi yang setiap hari menempuh perjalanan lebih dari 20 kilometer,” tegasnya.

 

 

 

Pemprov Jatim berharap perluasan layanan Trans Jatim mampu memberikan dampak positif yang lebih luas, mulai dari mengurangi kemacetan dan angka kecelakaan lalu lintas hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

 

“Manfaatnya juga dirasakan dalam upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” pungkas Nyono. (ivan)