Di sisi lain, ASDP mengakui secara bisnis lintasan Ujung-Kamal belum memberikan keuntungan yang signifikan. Namun keberadaan layanan ini dinilai penting untuk menjaga aksesibilitas dan pilihan transportasi masyarakat.
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan dukungan, termasuk dalam bentuk subsidi operasional agar layanan penyeberangan tetap dapat berjalan berkelanjutan.
"Secara bisnis sebenarnya layanan ini tidak memberikan keuntungan dan cenderung merugi. Namun kami tetap mempertahankan aset dan layanan ini agar masyarakat di Kamal maupun Surabaya tetap memiliki alternatif transportasi penyeberangan," tandasnya. (int)