Investasi Rp200 Miliar di Banyuwangi Perkuat Industri Pengganti Impor dan Serap Ratusan Tenaga Kerja

pemerintahan | 04 Juli 2026 08:30

 

 

Sherly mengungkapkan, sebelum pabrik beroperasi, sekitar 90 hingga 100 persen kebutuhan kemasan kaleng masih bergantung pada impor. Kini perusahaan telah memproduksi bodi dan tutup kaleng di Indonesia melalui kerja sama dengan mitra asal Tiongkok sehingga proses produksi menjadi lebih efisien.

 

Investasi ini diharapkan menjadi penggerak penguatan industri nasional, mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, sekaligus meningkatkan daya saing sektor manufaktur berbasis hasil perikanan Indonesia. (ivan)