Investasi Rp200 Miliar di Banyuwangi Perkuat Industri Pengganti Impor dan Serap Ratusan Tenaga Kerja

pemerintahan | 04 Juli 2026 08:30

Investasi Rp200 Miliar di Banyuwangi Perkuat Industri Pengganti Impor dan Serap Ratusan Tenaga Kerja
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di pabrik kemasan kaleng modern di Kecamatan Muncar, Banyuwangi. (dok antara)

BANYUWANGI, PustakaJC.co – Investasi di sektor industri pengolahan kembali mengalir ke Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan investasi menjadi faktor penting dalam memperkuat industri substitusi impor sekaligus mendorong hilirisasi komoditas daerah.

 

Hal itu disampaikan Khofifah saat mengunjungi pabrik kemasan kaleng modern di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jumat, (3/7/2026). Pabrik dengan nilai investasi sekitar Rp200 miliar tersebut mampu menyerap ratusan tenaga kerja lokal.

 

“Industri substitusi impor ini menjadi harapan baru. Setiap investasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat hilirisasi,” ujar Khofifah, dikutip dari antaranews.com, Sabtu, (4/7/2026).

 

Menurutnya, semakin banyak bahan baku yang diolah di dalam negeri, semakin besar pula nilai tambah yang dihasilkan. Karena itu, ia berharap industri tersebut terus berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

 

 

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik hadirnya investasi baru tersebut. Menurutnya, iklim investasi yang kondusif akan berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja, penurunan angka pengangguran, hingga pengentasan kemiskinan.

 

“Kehadiran investasi seperti ini membuka lapangan kerja, menurunkan pengangguran, dan pada akhirnya ikut menekan angka kemiskinan di Banyuwangi,” kata Ipuk.

 

Ia menambahkan, investasi di sektor pengolahan hasil laut sangat selaras dengan potensi Banyuwangi sebagai salah satu daerah penghasil perikanan terbesar di Jawa Timur. Industri tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil laut dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.

 

Perwakilan PT Sunrise Masami Internasional, Sherly Indrawati Aminoto, menjelaskan pabrik memiliki kapasitas produksi sekitar 50 juta kaleng per bulan atau setara 600 juta kaleng per tahun. Seluruh hasil produksi akan memasok kebutuhan industri pengolahan makanan di dalam negeri maupun pasar ekspor.

 

 

 

Sherly mengungkapkan, sebelum pabrik beroperasi, sekitar 90 hingga 100 persen kebutuhan kemasan kaleng masih bergantung pada impor. Kini perusahaan telah memproduksi bodi dan tutup kaleng di Indonesia melalui kerja sama dengan mitra asal Tiongkok sehingga proses produksi menjadi lebih efisien.

 

Investasi ini diharapkan menjadi penggerak penguatan industri nasional, mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, sekaligus meningkatkan daya saing sektor manufaktur berbasis hasil perikanan Indonesia. (ivan)