MALANG, PustakaJC.co – Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan pemerintah terus mendorong penyediaan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Karena itu, ia meminta para pengembang perumahan di Jawa Timur tetap konsisten membangun rumah subsidi melalui program FLPP.
“Pengembang di Jawa Timur semangat menyiapkan rumah untuk rakyat,” ujar Maruarar saat meninjau kawasan Lawang Park Residence di Kabupaten Malang, Rabu (1/7) malam.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan program FLPP karena pemerintah telah menetapkan bunga kredit tetap sebesar 5 persen hingga akhir masa tenor yang dapat mencapai 40 tahun. Selain itu, uang muka (DP) rumah subsidi dimulai dari 1 persen dari harga rumah. Dilansir dari antaranews.com, Sabtu, (4/7/2026).
Menurutnya, tingginya kebutuhan rumah di Jawa Timur harus diimbangi dengan peningkatan penyediaan hunian bersubsidi.
“Masih banyak backlog yang belum punya rumah. Saya pikir mohon Pak Wakil Gubernur Jawa Timur bisa mendorong karena demand-nya pasti tinggi,” katanya.
Untuk wilayah perkotaan, pemerintah juga menyiapkan solusi berupa pembangunan rumah susun bersubsidi. Sementara bagi masyarakat yang menempati rumah tidak layak huni, Kementerian PKP menyediakan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Dalam kunjungannya, Maruarar menilai kualitas rumah subsidi di Lawang Park Residence cukup baik. Mulai dari konstruksi bangunan, kualitas air, hingga sistem drainase kawasan dinilai memenuhi standar.
“Airnya bagus, rumahnya bagus, tembok tebal, lantainya tidak retak. Saya juga sudah bertanya kepada warga dan kawasan ini tidak banjir,” ujarnya.
Salah satu penghuni, Yeni, mengaku program FLPP sangat membantu dirinya memiliki rumah pertama. Ia membeli rumah seharga Rp166 juta dengan uang muka Rp1,6 juta.
Setelah lolos proses BI Checking, akad kredit dilakukan kurang dari dua bulan. Kini ia mencicil rumah selama 20 tahun dengan angsuran sekitar Rp1.072.000 per bulan.
Rumah tersebut memiliki dua kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, dan dapur, sehingga dinilai cukup memenuhi kebutuhan keluarga kecil. (ivan)