Menkeu Jamin APBN Tetap Sehat, Pendidikan Tak Terdampak Kenaikan Subsidi Energi

pemerintahan | 05 Juli 2026 15:44

Menkeu Jamin APBN Tetap Sehat, Pendidikan Tak Terdampak Kenaikan Subsidi Energi
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan. (dik suarasurabaya)

JAKARTA, PustakaJC.co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kenaikan belanja subsidi energi akibat dinamika geopolitik global tidak akan menggeser alokasi anggaran untuk sektor-sektor prioritas, khususnya pendidikan.

 

Menurut Purbaya, pemerintah tetap berkomitmen menjaga pembiayaan berbagai program strategis Presiden Prabowo Subianto, termasuk pendidikan, ketahanan pangan, ketahanan energi, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dilansir dari suarasurabaya.net, Minggu, (5/7/2026).

 

“Ketahanan pangan Rp160 triliun, ketahanan energi Rp369 triliun, Makan Bergizi Gratis dan pendidikan itu kita salurkan Rp796,1 triliun. Jadi walaupun subsidi BBM naik, kita tidak pernah mengabaikan kewajiban dasar kita. Pendidikan masih begitu,” ujar Purbaya di Jakarta, Sabtu, (4/7/2026).

 

 

 

 

Ia menegaskan, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara pemberian subsidi energi dan pembiayaan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Karena itu, tambahan belanja subsidi tidak dilakukan dengan mengurangi anggaran sektor prioritas.

 

Selain memastikan keberlanjutan program-program strategis, Purbaya juga membantah anggapan bahwa kebijakan fiskal pemerintah terlalu agresif. Menurutnya, disiplin fiskal tetap menjadi pegangan utama pemerintah dalam mengelola APBN.

 

“Terus fiskal Anda bilang agresif. Tidak agresif-agresif amat sebetulnya. Karena kita selalu jaga defisitnya di bawah tiga persen,” katanya.

 

 

 

Purbaya menjelaskan, pemerintah juga terus mengawasi rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sebagai salah satu indikator kesehatan fiskal nasional. Saat ini, rasio utang Indonesia berada di kisaran 40 persen terhadap PDB dan dinilai masih dalam batas aman.

 

Ia menambahkan, disiplin dalam menjaga defisit APBN dan rasio utang menjadi faktor penting untuk mempertahankan kepercayaan investor maupun lembaga pemeringkat internasional terhadap perekonomian Indonesia.

 

“Saya ngerti betul. Ketika saya jadi Menteri Keuangan, semua lembaga pemeringkat melihat langkah saya seperti apa,” ujar Purbaya.

 

Pemerintah optimistis keseimbangan antara belanja subsidi, pembiayaan program prioritas, dan stabilitas fiskal dapat terus dipertahankan sehingga APBN tetap sehat di tengah tekanan ekonomi global. (ivan)