Purbaya menjelaskan, pemerintah juga terus mengawasi rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sebagai salah satu indikator kesehatan fiskal nasional. Saat ini, rasio utang Indonesia berada di kisaran 40 persen terhadap PDB dan dinilai masih dalam batas aman.
Ia menambahkan, disiplin dalam menjaga defisit APBN dan rasio utang menjadi faktor penting untuk mempertahankan kepercayaan investor maupun lembaga pemeringkat internasional terhadap perekonomian Indonesia.
“Saya ngerti betul. Ketika saya jadi Menteri Keuangan, semua lembaga pemeringkat melihat langkah saya seperti apa,” ujar Purbaya.
Pemerintah optimistis keseimbangan antara belanja subsidi, pembiayaan program prioritas, dan stabilitas fiskal dapat terus dipertahankan sehingga APBN tetap sehat di tengah tekanan ekonomi global. (ivan)