BANGKALAN, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Pasar Murah ke-82 di depan Perumahan Grand Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Senin, (6/7/2026). Program yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini menjadi langkah nyata menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah didampingi Bupati Bangkalan Lukman Hakim serta sejumlah kepala perangkat daerah Pemprov Jatim. Kehadiran mereka memastikan pelaksanaan pasar murah berjalan lancar dan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Selasa, (7/7/2026).
Berbagai komoditas dijual di bawah harga pasar. Beras SPHP dibanderol Rp55.000 per 5 kilogram, beras premium Rp70.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, Minyakita Rp13.000 per liter, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, telur ayam ras Rp20.000 per pack, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, serta daging ayam ras Rp25.000 per kilogram.
Tak hanya menyediakan bahan pokok, Pasar Murah ke-82 juga menghadirkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran stan UMKM diharapkan mampu memperluas pemasaran produk lokal sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat Bangkalan.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, transaksi penjualan bahan pokok selama kegiatan mencapai Rp63.352.000. Sementara transaksi produk UMKM sebesar Rp5.539.000. Dengan demikian, total nilai transaksi Pasar Murah ke-82 mencapai Rp68.891.000.
Gubernur Khofifah menegaskan pasar murah merupakan salah satu strategi Pemprov Jatim untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pasar Murah menjadi salah satu upaya konkret mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas harga, sekaligus memperkuat daya beli masyarakat,” ujar Khofifah.
Program Pasar Murah terus digelar secara bergilir di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah. Melalui penyediaan bahan pokok dengan harga di bawah pasar, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah dinamika harga pangan. (ivan)