SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama ribuan masyarakat mengikuti majelis sholawat dan tausiyah yang dipimpin Pengasuh Ponpes Mambaul Hikam II, Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam, di depan kediamannya di kawasan Jemursari, Surabaya, Minggu (12/7) malam. Kegiatan tersebut menjadi ajang memperkuat ikhtiar spiritual sekaligus memanjatkan doa agar Jawa Timur senantiasa diberi keberkahan, keamanan, dan kemudahan dalam pembangunan.
Di hadapan jamaah yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, Khofifah mengajak masyarakat menyeimbangkan ikhtiar lahir dan batin dalam membangun daerah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya membutuhkan kerja nyata, tetapi juga doa, dzikir, dan sholawat sebagai penguat spiritual untuk memohon ridha Allah SWT.
Ia menegaskan, sholawat merupakan bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW yang mampu menghadirkan ketenangan hati, optimisme, serta mempererat kebersamaan di tengah masyarakat. Karena itu, tradisi bersholawat perlu terus dijaga sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai sosial dan keagamaan.
"Majelis sholawat seperti ini menjadi ruang yang sangat penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah, sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa dan daerah yang kita cintai. Semoga Jawa Timur senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, dan kemudahan dalam setiap ikhtiar pembangunan yang dilakukan," ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik semata. Pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan fondasi sosial dan spiritual yang kuat agar mampu menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Karena itu, keberadaan majelis ilmu, majelis dzikir, dan majelis sholawat dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat yang religius, rukun, serta memiliki kepedulian sosial tinggi. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Gus Iqdam dan Majelis Sabilu Taubah yang dinilai konsisten mengajak masyarakat, terutama generasi muda, semakin dekat dengan nilai-nilai keagamaan melalui dakwah yang sejuk, inklusif, dan mudah diterima berbagai kalangan.
"Maturnuwun Gus Iqdam, kerawuhan Gus Iqdam ini luar biasa. Ngundang Gus Iqdam itu setengah mati susahnya, jadwalnya padat karena beliau begitu dicintai masyarakat. Matur nuwun kerawuhanipun," kata Khofifah.
Ia berharap doa, dzikir, dan sholawat yang dipanjatkan bersama menjadi wasilah hadirnya keberkahan bagi masyarakat Jawa Timur sekaligus memperkuat semangat persatuan dan gotong royong dalam membangun daerah.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Gus Iqdam mengajak seluruh jamaah untuk istiqamah memperbanyak sholawat kepada Rasulullah SAW. Menurutnya, istiqamah dalam bersholawat akan menghadirkan keberkahan hidup di dunia sekaligus menjadi bekal kebahagiaan di akhirat.
Gus Iqdam juga mengingatkan pentingnya membangun kehidupan dengan landasan takwa kepada Allah SWT, meneladani akhlak Rasulullah SAW, serta senantiasa bertawadhu dan berkhidmat kepada para ulama. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat persatuan umat.
Dalam tausiyahnya, Gus Iqdam turut menceritakan perjalanan panjang Khofifah yang menurutnya telah istiqamah bersholawat sejak usia muda. Ia menyebut Gubernur Jawa Timur itu tetap menjaga jati dirinya sebagai seorang santri meski mengemban amanah sebagai pemimpin daerah.
"Ibu Khofifah ini sudah lama istiqomah bersholawat, sejak kecil sampai sekarang. Beliau menjadi contoh bahwa menjadi pejabat tidak meninggalkan jati dirinya sebagai santri. Insyaallah, orang yang istiqomah dalam bersholawat akan dijamin kebaikan hidupnya di dunia dan semoga juga mendapatkan kebahagiaan di akhirat," pungkas Gus Iqdam.