SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan melantik sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (14/7/2026) sore. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah penyegaran organisasi sekaligus penguatan tata kelola birokrasi berbasis sistem merit di lingkungan Pemprov Jatim.
Rotasi jabatan ini telah menjadi perhatian sejak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur mengumumkan hasil mutasi dan rotasi pejabat tinggi pratama berbasis manajemen talenta beberapa waktu lalu. Enam pejabat yang sebelumnya diumumkan sebagai calon dipastikan masuk dalam agenda pelantikan di Grahadi.
Pelantikan tersebut sekaligus menandai lanjutan reformasi birokrasi yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui optimalisasi kompetensi aparatur sipil negara (ASN), sehingga setiap jabatan strategis ditempati oleh figur yang dinilai memiliki kapasitas sesuai kebutuhan organisasi.
Adapun pejabat yang akan dilantik berasal dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) strategis, meliputi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PRKP Cipta Karya), Dinas PU Sumber Daya Air (SDA), Bakorwil, hingga jajaran Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur.
Berdasarkan pengumuman hasil pemetaan talenta ASN, pejabat yang masuk dalam rotasi tersebut yakni Heru Wahono Santoso sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Iwan sebagai Kepala Bappeda Jawa Timur, Budi Raharjo sebagai Kepala Bakorwil Jember, I Nyoman Gunadi sebagai Kepala Dinas PU Sumber Daya Air, Arif Endro Utomo sebagai Kepala Dinas PRKP Cipta Karya, serta MHD. Aftabuddin Rijaluzzaman sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Timur.
Mutasi dan rotasi jabatan merupakan mekanisme yang lazim dilakukan dalam organisasi pemerintahan sebagai bagian dari pengembangan karier ASN sekaligus penyegaran birokrasi. Selain memberikan pengalaman kepemimpinan di bidang yang berbeda, rotasi juga bertujuan mempercepat pencapaian target pembangunan daerah melalui penempatan pejabat sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.
Sebelumnya, Gubernur Khofifah juga menegaskan bahwa penerapan sistem manajemen talenta atau Talent DNA menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem merit dalam pengelolaan ASN di Jawa Timur. Melalui sistem tersebut, proses promosi maupun rotasi jabatan dilakukan berdasarkan kompetensi, integritas, rekam jejak, serta potensi kepemimpinan masing-masing pejabat.
Pelantikan sore ini diperkirakan menjadi salah satu agenda penting Pemprov Jatim dalam memastikan roda pemerintahan berjalan semakin efektif, terutama menghadapi berbagai program prioritas pembangunan daerah, percepatan investasi, penguatan infrastruktur, hingga peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat.
(int)