DPRD Jatim Tekankan Edukasi dan Deteksi Dini HIV AIDS

pemerintahan | 24 Juli 2026 07:22

 

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Jawa Timur tahun 2025, jumlah orang yang hidup dengan HIV/AIDS di provinsi tersebut mencapai 65.238 orang. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Maret 2025 tercatat sebanyak 2.599 kasus baru.

 

Menurut Lilik, tren tersebut menunjukkan perlunya langkah penanganan yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan melibatkan lintas sektor agar penyebaran HIV dapat ditekan secara efektif.

 

Ia menjelaskan, DPRD Jawa Timur mendorong pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota memperkuat tiga langkah strategis. Pertama, meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat mengenai pencegahan HIV, terutama bagi kalangan remaja dan usia produktif yang dinilai rentan terhadap penularan.

 

Selain itu, pemerintah juga didorong memperluas akses layanan skrining, konseling, serta pengobatan sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa rasa takut maupun stigma. Langkah berikutnya adalah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga dalam membangun perilaku hidup sehat dan mencegah perilaku berisiko.

 

“Data yang dipublikasikan menunjukkan adanya tren peningkatan temuan kasus sehingga diperlukan langkah yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan, tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat,” katanya.