Pengelolaan Air Berkelanjutan Jadi Fokus Konferensi Sungai Indonesia 2026

pemerintahan | 26 Juli 2026 13:08

Pengelolaan Air Berkelanjutan Jadi Fokus Konferensi Sungai Indonesia 2026
Perwakilan komunitas peduli sungai, narasumber, dan peserta Konferensi Sungai Indonesia 2026 berfoto bersama usai membahas pengelolaan sumber daya air berkelanjutan di Trawas, Kabupaten Mojokerto. (dok kominfo)

MOJOKERTO, PustakaJC.co – Pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan menjadi perhatian utama dalam Konferensi Sungai Indonesia 2026 yang mempertemukan komunitas peduli sungai dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kelestarian sungai dan danau sebagai sumber kehidupan di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air. Sabtu, (25/7/2026).

 

Konferensi yang berlangsung di Wana Wisata Mata Air Sumber Gempong, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, digelar dalam rangka memperingati Hari Sungai. Kegiatan ini sekaligus mendukung Program Pertobatan Ekologis Nasional yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Minggu, (26/7/2026).

 

Sejumlah isu strategis menjadi pembahasan dalam konferensi, di antaranya kualitas air sungai, pendanaan sektor lingkungan hidup, kewenangan dan perizinan pemanfaatan sungai, penetapan garis sempadan sungai, pengelolaan sampah, pengembangan wisata konservasi, hingga pengawasan sungai berbasis komunitas.

 

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I (PJT I), Fahmi Hidayat, hadir sebagai pembicara pada sesi pertama dengan membawakan materi bertajuk Isu dan Tantangan Pemanfaatan Air Sungai dan Danau. Dalam paparannya, ia mengibaratkan jaringan sungai sebagai sistem pembuluh darah yang menopang kehidupan manusia dan menjadi fondasi berkembangnya berbagai peradaban.