PONOROGO, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan anggaran belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp5 miliar untuk memperbaiki Jembatan Plapar di Desa Caluk, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Penanganan difokuskan pada penguatan oprit jembatan yang mengalami penurunan agar tidak semakin parah saat musim hujan.
Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jawa Timur, Agus Sutanto, mengatakan pekerjaan perbaikan telah dimulai sekitar dua pekan lalu menggunakan anggaran BTT. Dilansir dari kompas.com, Senin, (27/7/2026).
“Sudah mulai dua pekan lalu perbaikan Jembatan Plapar. Dana yang dipakai sebesar Rp5 miliar,” ujar Agus.
Menurut Agus, penanganan harus segera dilakukan mengingat kondisi oprit terus mengalami penurunan. Jika dibiarkan, kerusakan dikhawatirkan akan semakin parah ketika intensitas hujan meningkat.
“Kalau tidak segera ditangani, saat musim hujan opritnya sudah mulai turun. Tanah milik warga di kanan-kiri itu nanti akan runtuh semua,” katanya.
Ia menambahkan, Pemprov Jatim menargetkan pekerjaan selesai pada akhir September 2026. Selama proses perbaikan berlangsung, kendaraan dengan muatan di atas 10 ton masih belum diperbolehkan melintasi Jembatan Plapar.
“Akhir September kami targetkan selesai. Selama pekerjaan berlangsung kendaraan di atas 10 ton belum boleh melintas. Yang jelas ditangani dulu opritnya,” ucap Agus.
Kerusakan Jembatan Plapar dipicu jebolnya cek dam milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Akibatnya, aliran sungai menggerus tanah di sekitar fondasi hingga menyebabkan talud jembatan ambrol dan oprit mengalami penurunan.
Selama pekerjaan berlangsung, arus kendaraan bertonase besar dialihkan melalui jalur Wonogiri. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran proses rehabilitasi hingga selesai sesuai target. (ivan)