SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan The Education Transformative Leadership Award 2026 dalam ajang Radar Surabaya Awards sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan transformasional di bidang pendidikan yang berhasil mengantarkan Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) selama lima tahun berturut-turut secara nasional, Kamis, (30/7/2026).
Penghargaan tersebut diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Imam Hidayat, yang mewakili Gubernur Khofifah dalam acara yang digelar di Surabaya. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Jumat, (31/7/2026).
Keberhasilan Jawa Timur mempertahankan capaian tersebut dinilai menjadi bukti konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses pendidikan tinggi, serta memperkuat daya saing sumber daya manusia.
Pada malam penghargaan yang sama, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur turut menerima penghargaan sebagai instansi yang dinilai konsisten mendistribusikan informasi aktual dan terpercaya kepada masyarakat.
Mewakili Gubernur Khofifah, Imam Hidayat mengatakan perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Arus informasi yang semakin cepat memberikan kemudahan dalam memperoleh ilmu pengetahuan, keterampilan, maupun berbagai informasi, namun juga menghadirkan tantangan berupa maraknya informasi yang belum tentu benar.
“Di era banjir informasi saat ini, apa pun dapat diakses dan diunduh oleh masyarakat. Mulai dari ilmu pengetahuan, keterampilan, hingga berbagai informasi yang ingin diketahui. Kemudahan ini tentu menjadi peluang besar, namun di saat yang sama juga menghadirkan tantangan agar masyarakat semakin bijak dalam memilih informasi yang benar dan berkualitas,” ujar Imam.
Menurutnya, pemerintah bersama media memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat.
Imam berharap penghargaan yang diterima Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Harapan kami, melalui penghargaan dan pertemuan ini, kita memiliki pemahaman yang sama bahwa saat ini diperlukan upaya bersama untuk menghadirkan pemberitaan yang berimbang, berkualitas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kepentingan bangsa dan negara, baik saat ini maupun di masa yang akan datang,” katanya.
Sementara itu, Nezar Patria menegaskan media massa tetap memegang peran strategis dalam menjaga kualitas ruang publik di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, praktik jurnalisme yang profesional, akurat, dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan masyarakat.
Nezar menilai media yang konsisten mengedepankan prinsip-prinsip jurnalistik akan tetap menjadi rujukan publik meski menghadapi tantangan disrupsi digital yang semakin berkembang.
“Penting bagi kita untuk terus menjaga ruang-ruang percakapan yang sehat, di mana informasi dihasilkan melalui praktik jurnalisme yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik. Karena itu, saya meyakini Radar Surabaya, bersama surat kabar lokal dan media lainnya yang mengedepankan jurnalisme yang sehat, profesional, akurat, serta berpedoman pada kode etik, akan terus berkembang dan tetap berjaya di masa mendatang,” ujar Nezar.
Penghargaan yang diterima Gubernur Khofifah menjadi pengakuan atas berbagai upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong transformasi pendidikan. Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, pemerintah juga terus memperluas kesempatan generasi muda Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sehingga mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. (ivan)