Khofifah Tinjau Pasar Murah ke-89 di Gresik dan Bagikan Bendera Merah Putih

pemerintahan | 02 Agustus 2026 18:40

Khofifah Tinjau Pasar Murah ke-89 di Gresik dan Bagikan Bendera Merah Putih
Gubernur Khofifah membagikan bendera dan beras di pasar murah Kabupaten Gresik. (dok kominfo)

GRESIK, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan Pasar Murah ke-89 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim di Kabupaten Gresik, Sabtu, (1/8/2026). Dalam kesempatan itu, Khofifah juga membagikan Bendera Merah Putih kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Pasar murah dilaksanakan di dua lokasi, yakni Lapangan Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, dan Halaman Balai Dusun Karangtumpuk, Desa Campurejo, Kecamatan Panceng. Khofifah didampingi sejumlah kepala perangkat daerah meninjau langsung jalannya kegiatan sekaligus menyapa warga yang memanfaatkan pasar murah. Dilansir dari kominfojatim.com, Minggu, (2/8/2026).

 

Khofifah mengatakan, pengibaran Bendera Merah Putih seyogianya, bahkan diwajibkan, dilakukan oleh seluruh warga Indonesia selama 1 hingga 31 Agustus 2026. Untuk mendukung gerakan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut membagikan bendera kepada masyarakat.

 

“Masuk 1 Agustus. Jadi, tanggal 1 sampai 31 Agustus seyogianya, bahkan diwajibkan, seluruh warga bangsa mengibarkan Bendera Merah Putih,” ujar Khofifah.

 

 

Menurutnya, pembagian bendera dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat yang benderanya sudah pudar, rusak, atau bahkan sudah tidak lagi memiliki bendera Merah Putih.

 

“Kita ini mensubstitusi saja. Siapa tahu bendera di rumah mungkin sudah kurang terang warnanya atau mungkin bahkan hilang benderanya. Enggak usah beli, hari ini langsung dipasang 1 Agustus sampai dengan tanggal 31 Agustus 2026 ini,” katanya.

 

Selain membagikan bendera, Khofifah menegaskan bahwa pelaksanaan pasar murah merupakan salah satu upaya Pemprov Jatim dalam memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

“Semangat kita membangun negeri mudah-mudahan berseiring dengan upaya kita membangun penguatan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, terutama di Jawa Timur,” tuturnya.

 

 

Ia menjelaskan, pasar murah terus dimaksimalkan sebagai sarana untuk menyapa masyarakat sekaligus menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

 

“Kita memaksimalkan hari-hari ini untuk menyapa masyarakat dengan menyiapkan logistik yang sangat terjangkau karena memang harganya jauh di bawah harga pasar,” jelasnya.

 

Khofifah menambahkan, keterjangkauan harga bahan pokok menjadi faktor penting agar kebutuhan logistik rumah tangga tetap tercukupi. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang.

 

“Keterjangkauan logistik ini menjadi penting. Pastikan bahwa logistik di rumah-rumah warga itu aman sehingga hidupnya juga lebih tenang,” ungkapnya.

 

 

Melalui penyelenggaraan pasar murah, Pemprov Jatim juga berharap stabilitas harga kebutuhan pokok dan laju inflasi di daerah tetap terjaga.

 

“Berikutnya, tentu harapan kita inflasi ini terus bisa kita kendalikan,” pungkas Khofifah.

 

Pada Pasar Murah ke-89 tersebut, total transaksi mencapai Rp66.883.000. Nilai tersebut terdiri atas transaksi bahan pokok sebesar Rp63.010.000 dan transaksi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar Rp3.873.000.

 

Antusiasme masyarakat terlihat dari habisnya sejumlah komoditas yang dijual, di antaranya beras SPHP, beras premium, gula, Minyakita, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, tepung, cabai rawit merah, serta cabai merah besar. Sementara itu, penjualan daging ayam ras mencapai 124 kilogramdari total stok 130 kilogram. (ivan)