SURABAYA, PustakaJC.co – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika agar Jawa Timur tidak terus dicap sebagai daerah rawan peredaran narkoba. Seruan itu disampaikan menyusul sejumlah pengungkapan kasus besar di wilayah Jawa Timur sepanjang Juli 2026.
Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Andi Firasadi, menilai tingginya angka pengungkapan kasus narkotika menunjukkan jaringan peredaran narkoba masih menjadikan Jawa Timur sebagai pasar sekaligus jalur distribusi yang strategis. Ia menyoroti temuan ganja seberat 3,37 ton di Gresik serta penyitaan 5,4 kilogram sabu di Bangkalan dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Dilansir dari surabayapagi.com, Senin, (3/8/2026).
“Jawa Timur tidak boleh menjadi surga bagi bandar narkotika. Ini bukan hanya persoalan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda dan ketahanan sosial masyarakat,” tegas Andi.
Berdasarkan data Polda Jawa Timur, sepanjang Semester I 2026 aparat berhasil mengungkap 3.157 kasus narkotika dengan 4.061 tersangka. Jumlah tersebut meningkat 4,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Andi, tingginya angka pengungkapan harus menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk memperkuat langkah pencegahan, tidak hanya mengandalkan penindakan terhadap pelaku.
“Kalau setiap tahun ribuan kasus terus terungkap, artinya kita sedang menghadapi ancaman yang sangat serius. Penangkapan memang penting, tetapi negara tidak boleh kalah dalam upaya pencegahan,” ujarnya.
Andi menilai wilayah Madura memiliki tantangan tersendiri karena banyaknya akses pelabuhan rakyat dan jalur laut yang berpotensi dimanfaatkan jaringan narkotika. Oleh karena itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, serta masyarakat dalam memperkuat pengawasan di pintu-pintu masuk.
Selain pengawasan, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur meningkatkan investasi pada program pencegahan melalui edukasi di sekolah, rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Jangan biarkan generasi muda Jawa Timur kehilangan masa depan karena narkoba. Kita harus menyerang persoalan ini dari hulunya, yakni pendidikan, keluarga, dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, lanjut Andi, akan mengawal pelaksanaan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Fraksinya juga mendorong peningkatan anggaran untuk edukasi, rehabilitasi, serta penguatan ekonomi masyarakat di wilayah yang dinilai rawan penyalahgunaan narkotika.
“Perang melawan narkoba tidak cukup hanya menangkap pelaku. Kita harus memastikan tidak ada lagi generasi muda yang menjadi korban, dan itu membutuhkan kerja bersama seluruh elemen bangsa,” pungkasnya. (ivan)