Ia menjelaskan, setiap penyelenggaraan LKS selalu menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan Jawa Timur. Evaluasi tidak hanya berfokus pada jumlah medali yang diraih, tetapi juga menelaah setiap bidang lomba untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, hingga perkembangan kompetitor dari provinsi lain.
“Kita tidak hanya melihat berapa medali yang diperoleh, tetapi mengevaluasi setiap bidang lomba. Kita pelajari bagian mana yang sudah kuat, apa yang masih menjadi kelemahan peserta, serta bagaimana perkembangan kompetitor dari provinsi lain,” katanya.
Setelah proses seleksi selesai, para peserta terbaik mengikuti pemusatan latihan atau training center selama satu hingga tiga bulan. Selama masa pelatihan, siswa dibimbing secara intensif di sekolah, lembaga pelatihan, hingga fasilitas milik dunia usaha dan dunia industri agar terbiasa dengan standar kerja profesional.