Menurut Aries, materi pelatihan tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, tetapi juga melatih ketelitian, kecepatan, kreativitas, serta kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai kebutuhan industri.
Untuk memastikan kesiapan peserta, Dinas Pendidikan Jawa Timur turut melibatkan praktisi industri, tenaga ahli, serta mantan peserta dan juara WorldSkills sebagai pendamping sekaligus penguji dalam berbagai simulasi kompetisi.
“Soal-soal yang kita siapkan harus mendekati standar nasional, termasuk adanya mystery box. Tenaga ahli dari industri dan mantan juara WorldSkills juga menerapkan standar yang tinggi. Dari proses itulah kita dapat menentukan peserta terbaik yang benar-benar siap mewakili Jawa Timur,” ujarnya.