SURABAYA, PustakaJC.co - Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong Pemerintah Kota Surabaya mempercepat pembenahan destinasi wisata, infrastruktur pendukung, dan promosi digital agar mampu meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Pernyataan itu disampaikan usai kegiatan bimbingan teknis strategi pemasaran pariwisata melalui digital marketing di Surabaya, Rabu, (5/8/2026).
BHS menegaskan promosi digital perlu dioptimalkan, namun harus diiringi dengan peningkatan kualitas destinasi wisata sehingga memiliki daya tarik yang kuat bagi pengunjung. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (6/8/2026).
Menurutnya, strategi pemasaran melalui digital marketing tidak akan berjalan maksimal apabila objek wisata belum ditata dengan baik dan belum mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan.
Ia menilai Surabaya memiliki beragam potensi wisata yang belum dimanfaatkan secara optimal, mulai dari wisata budaya, wisata bahari hingga wisata kuliner.
Salah satu kawasan yang dinilai berpotensi menjadi destinasi unggulan adalah Pantai Kenjeran. Menurut BHS, kawasan tersebut perlu didukung dengan penataan lingkungan serta penyediaan fasilitas yang memadai agar semakin menarik bagi wisatawan.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya revitalisasi Kebun Binatang Surabaya sebagai salah satu ikon wisata kota. Keberadaan satwa endemik Indonesia dinilai dapat menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi wisatawan mancanegara.
Di sektor budaya, BHS mengusulkan pelestarian kesenian khas Surabaya seperti ludruk, ketoprak, dan Tari Remo melalui penyelenggaraan pertunjukan secara rutin di setiap kecamatan. Langkah tersebut diyakini mampu memperkuat identitas kota sekaligus menjadi atraksi wisata budaya.
Ia juga mendorong peningkatan konektivitas transportasi umum menuju kawasan wisata serta penguatan promosi kuliner khas Surabaya, seperti rawon, sebagai bagian dari daya tarik daerah.
“Surabaya memiliki karakter yang kuat, baik dari sisi budaya, kuliner, maupun sejarah. Potensi itu perlu dikemas dan dipromosikan secara optimal agar mampu bersaing sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia,” kata BHS. (ivan)