Menurutnya, anggaran sektor infrastruktur meningkat hampir dua hingga tiga kali lipat dibanding sebelumnya. Selain fokus pada jalan dan jembatan, pemerintah juga memperkuat pembangunan infrastruktur sumber daya air guna mengurangi risiko banjir di sejumlah wilayah.
Adhy menegaskan, kebijakan tersebut merupakan komitmen Pemprov Jatim dalam mempercepat pembenahan infrastruktur strategis agar konektivitas antarwilayah semakin baik dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jawa Timur Mohammad Yasin menjelaskan, total nilai APBD Jatim Tahun 2026 setelah perubahan bertambah Rp2,6 triliun, dari semula Rp27,2 triliun menjadi Rp29,8 triliun.