Menurut Menag, KH Ma’ruf Amin merupakan sosok ulama sekaligus organisatoris yang mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam berbagai solusi kebangsaan dan pengembangan ekonomi syariah.
“Beliau tidak hanya mewariskan organisasi, tetapi mewariskan cara berpikir, manhaj para ulama, dan ruh khidmah bagi bangsa. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, buku ini mengingatkan kita untuk merenungkan ke mana arah perjalanan umat, memegang teguh sanad keilmuan, dan mengokohkan gerakan pemberdayaan berbasis pesantren,” ujarnya.
Peluncuran buku ini diharapkan menjadi referensi bagi warga Nahdlatul Ulama dan masyarakat luas dalam memahami pemikiran KH Ma’ruf Amin sekaligus memperkuat arah gerakan NU agar tetap relevan dan berkontribusi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Jangan sampai kita hanya bangga pada masa lalu dan kehilangan relevansi di masa depan. Kita harus menjadi penjaga keberagamaan yang adil sekaligus pelopor perbaikan peradaban,”ujar KH Ma’ruf Amin. (ivan)