Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyebut buku yang terdiri atas lebih dari 600 halaman tersebut sebagai kontribusi besar bagi jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Menurutnya, pengalaman KH Ma’ruf Amin selama lebih dari lima dekade di lingkungan NU menjadi rujukan penting bagi generasi penerus organisasi.
“Insyaallah ini adalah sumbangan raksasa dari Kiai Ma’ruf. Saya kira buku ini sangat penting dipelajari oleh siapa saja yang ingin berkiprah di dalam Jam’iyyah Nahdlatul Ulama,” kata Gus Yahya.
Penulis buku, Siti Haniatunnisa, menjelaskan bahwa karya tersebut disusun untuk mendokumentasikan perjalanan pemikiran KH Ma’ruf Amin mengenai NU. Ia berharap buku itu dapat menjadi panduan bagi NU dalam memasuki abad keduanya dengan tetap berpijak pada nilai-nilai para pendiri organisasi.
Sementara itu, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menilai konsep Fikrah Nahdliyah yang berlandaskan prinsip tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang) menjadi fondasi penting dalam menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia.