PDIP Jatim Usul Kontribusi Kendaraan Berdasarkan Beban dan Intensitas

pemerintahan | 10 Agustus 2026 18:57

 

Politikus PDIP dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lumajang-Jember tersebut menjelaskan, sebagian kendaraan listrik memiliki bobot lebih besar karena menggunakan baterai berkapasitas tinggi. Karena itu, beban kendaraan perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat kebutuhan pemeliharaan jalan.

 

“Semakin besar beban yang diterima perkerasan, semakin besar pula tekanannya terhadap struktur jalan. Karena itu, pendekatan kebijakan tidak cukup hanya membedakan kendaraan berdasarkan jenis energinya, listrik atau BBM,” katanya.

 

Agus kemudian mengusulkan kajian mengenai kontribusi kendaraan terhadap infrastruktur berdasarkan dampak aktualnya. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah optimalisasi instrumen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dengan memperhatikan bobot dan karakteristik kendaraan.

 

“Jadi bukan sekadar bicara pajak kendaraan listrik. Yang perlu dikaji adalah apakah formula kontribusi kendaraan saat ini sudah mencerminkan beban aktual kendaraan tersebut terhadap infrastruktur,” jelasnya.