Karena itu, KONI Jatim berencana menjalin kerja sama dengan RSD Prof. Moeljono untuk memberikan dukungan terhadap kesehatan mental atlet. Salah satu bentuknya berupa penyediaan ruang santai atau ruang cangkrukan yang dapat digunakan atlet untuk beristirahat, berinteraksi, dan mengurangi tekanan.
“Kita akan MOU dengan Rumah Sakit Daerah Prof. Moeljono. Segera,” tegasnya.
Nabil menambahkan, ruang tersebut nantinya tidak hanya ditujukan bagi atlet laki-laki. Seluruh atlet di bawah naungan KONI Jatim diharapkan dapat memanfaatkannya sebagai tempat untuk melepas tekanan sebelum maupun setelah latihan dan pertandingan.
Direktur RSD Prof. Moeljono, Menur, Surabaya, Vitria Dewi, mengatakan kesehatan mental anak dan remaja perlu mendapat perhatian serius. Ia menyebut persoalan mental berdasarkan data yang dimiliki rumah sakit lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan, baik pada kelompok anak-anak maupun dewasa.
Menurut Vitria, anak laki-laki perlu diberikan ruang untuk mengungkapkan perasaan dan persoalan yang mereka hadapi. Stigma bahwa laki-laki tidak boleh menangis atau menunjukkan kelemahan justru dapat membuat mereka memendam masalah.
“Di situlah sebenarnya dia memendam perasaannya yang harusnya ada suara yang kita semua mendengarkan,” ujarnya.