JAKARTA, PustakaJC.co — Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 mencapai enam persen secara tahunan (year on year/yoy) melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, Jumat, (14/8/2026).
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan target tersebut dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta. Dilansir dari antaranews.com, Sabtu, (15/8/2026).
“Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6 persen, lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen,” kata Prabowo.
Pada 2027, pemerintah menargetkan belanja negara mencapai Rp4.097,2 triliun, meningkat dari Rp3.842,7 triliun pada APBN 2026.
Sementara itu, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun pada APBN 2026.
Pembiayaan anggaran direncanakan sebesar Rp671,2 triliun dengan defisit sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rencana pembiayaan APBN 2026 sebesar Rp689,1 triliun dengan defisit 2,68 persen PDB.
Pemerintah juga menetapkan sejumlah asumsi ekonomi makro pada 2027. Inflasi akan dijaga pada kisaran 2,5 persen, sedangkan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun diperkirakan sebesar 6,9 persen.
Nilai tukar rupiah diproyeksikan berada pada kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat. Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan mencapai 75 dolar AS per barel.
Lifting minyak ditargetkan sebesar 610.000 barel per hari, sedangkan lifting gas mencapai 954.000 barel setara minyak per hari.
Dari sisi kesejahteraan masyarakat, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan pada 2027 turun menjadi 6,0 hingga 6,5 persen. Target tersebut lebih rendah dibandingkan sasaran APBN 2026 sebesar 6,5 hingga 7,5 persen.
Tingkat pengangguran terbuka juga ditargetkan turun menjadi 4,30 hingga 4,87 persen pada 2027, dari target 4,44 hingga 4,96 persen pada 2026.
Selain itu, rasio gini ditargetkan membaik menjadi 0,362 hingga 0,367 dari target tahun 2026 sebesar 0,377 hingga 0,380. Indeks modal manusia juga ditargetkan meningkat menjadi 0,575.
Perekonomian Indonesia pada semester I-2026 tercatat tumbuh 5,45 persen secara tahunan.
Sebelumnya, dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026, Jumat pagi, Prabowo menyampaikan optimismenya bahwa pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2026 dapat mencapai enam persen.
Menurut Prabowo, target tersebut dapat dicapai melalui kebijakan yang tepat, rasional, dan menggunakan pertimbangan yang sehat.
“Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen,” ujar Prabowo. (ivan)