SURABAYA, PustakaJC.co — Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pihak terkait terus melakukan pembasahan dan pendinginan di kawasan Gunung Bromo menyusul masih ditemukannya sejumlah titik panas atau hotspot. Kondisi tersebut membuat status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap siaga.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, hasil pemantauan citra satelit BMKG dan laporan drone masih menunjukkan adanya titik panas di sejumlah kawasan, seperti Bukit Kingkong, Bukit Cinta, dan Bukit Seruni. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (15/8/2026).
“Data update yang dilaporkan dari video drone masih ada titik hotspot di Bukit Kingkong, Bukit Cinta serta di Bukit Seruni sehingga perlu dilakukan pendinginan,” ujar Emil usai mengikuti rapat paripurna DPRD Jatim, Jumat, (14/8/2026).
Menurut Emil, upaya pendinginan harus dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah titik panas kembali berkembang menjadi titik api. Di sisi lain, ketersediaan air juga perlu dijaga mengingat potensi munculnya titik api baru masih cukup besar.
Ia menyebut luasan area terdampak kebakaran bertambah setelah api mencapai Bukit Dingklik yang sebelumnya relatif aman. Selain itu, titik kebakaran juga ditemukan di kawasan Bukit Kingkong, Bukit Cinta, dan Bukit Seruni.
Emil mengatakan karhutla menjadi salah satu risiko yang sulit dihilangkan sepenuhnya ketika memasuki puncak musim kemarau. Karena itu, langkah antisipasi dan kesiapsiagaan perlu terus diperkuat, termasuk mencegah kebakaran akibat kelalaian maupun kesengajaan manusia.
“Hari ini saja kami juga mendapat laporan di Situbondo, Madiun, Blitar dan Trenggalek sempat ada api atau kebakaran. Jadi kita memang harus lebih antisipatif,” katanya.
Selain kesiapan personel, Pemprov Jatim juga menyiapkan sarana pemadaman yang sesuai dengan kondisi medan. Sebagian wilayah perbukitan sulit dijangkau kendaraan pengangkut air berukuran besar sehingga diperlukan armada yang lebih kecil.
Menurut Emil, mobil pikap yang dilengkapi tandon air dan pompa alkon dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pemadaman dan pendinginan di lokasi yang sulit diakses.
Di sisi lain, kebakaran di kawasan Bromo turut berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Sejumlah warung dan toko makanan serta minuman dilaporkan mengalami penurunan pembeli karena jumlah wisatawan merosot.
Emil mengatakan Pemprov Jatim mengarahkan petugas dan relawan pemadam kebakaran untuk memprioritaskan pembelian kebutuhan makan dan minum dari warung masyarakat di sekitar kawasan tersebut.
Pemprov Jatim juga menyiapkan tandon air berbahan terpal di sejumlah titik untuk mempercepat penanganan apabila sewaktu-waktu kembali muncul titik api.
Emil meminta seluruh petugas tetap menjaga kewaspadaan sekaligus memperhatikan keselamatan selama menjalankan proses pemadaman dan pendinginan. Pemantauan kondisi kawasan Bromo dilakukan secara bergantian setiap hari untuk mengantisipasi perkembangan titik panas. (ivan)