Menurutnya, media memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui pemberitaan yang informatif dan mudah dipahami, media diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran pekerja mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial.
Utoh juga mendorong agar kemitraan dengan media berlangsung secara dua arah. Selain menyediakan informasi dan data yang kredibel, BPJS Ketenagakerjaan membutuhkan perspektif, kritik, serta temuan jurnalis di lapangan sebagai masukan untuk memperkuat pelayanan dan memperluas perlindungan.
“Rekan-rekan jurnalis berada sangat dekat dengan masyarakat. Kami berharap media juga dapat memberi perspektif kepada kami mengenai apa yang menjadi perhatian pekerja di lapangan, kelompok mana yang masih perlu kami jangkau,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menegaskan bahwa upaya mewujudkan perlindungan menyeluruh bagi pekerja Indonesia tidak dapat dilakukan BPJS Ketenagakerjaan sendiri.
Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk media, diperlukan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Bagi kami, media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi mitra strategis untuk membantu menghadirkan informasi perlindungan yang lebih sederhana, relevan, dan terpercaya,” ujar Saiful.