Berdasarkan data Kemenkop, saat ini terdapat 222.462 unit koperasi di Indonesia, di mana 30.817 di antaranya merupakan koperasi produsen. Meski memiliki potensi besar, penguatan kapasitas usaha masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan kualitas sumber daya manusia (SDM), akses pembiayaan, hingga pemasaran.
Guna memperluas akses pasar tersebut, Kemenkop memboyong sejumlah koperasi binaannya ke ajang China-Indonesia International E-Commerce Industry Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3–5 September lalu. Pameran ini menjadi wadah bagi pelaku koperasi untuk mempromosikan produk sekaligus membangun jejaring bisnis internasional.
Bagi koperasi yang belum siap melakukan ekspor, Farida menilai pameran internasional dapat menjadi sarana riset dan pembelajaran. Di sisi lain, ia mendorong koperasi yang sudah berhasil menjadi eksportir untuk membantu membuka jalan bagi koperasi lainnya.
"Kalau mereka sudah masuk ke pasar global, sudah bisa menjadi eksportir agar bisa menarik teman koperasinya yang lain. Sehingga ada kooperatif antara koperasi yang sudah ekspor dengan koperasi-koperasi yang baru mau masuk ke pasar global," pungkasnya.
Melalui sinergi pembiayaan, pendampingan sertifikasi, dan pembukaan akses jejaring ekspor, Kemenkop optimistis daya saing koperasi produsen Indonesia akan terus meningkat di tingkat internasional. (ivan)