Kapolda Jatim dan Bupati Banyuwangi Panen Raya Jagung 20 Hektare di Sempu

pemerintahan | 11 September 2026 18:12

Kapolda Jatim dan Bupati Banyuwangi Panen Raya Jagung 20 Hektare di Sempu
Kapolda jatim Irjen Pol Nanang Avianto dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (tengah) saat panen raya jagung kuartal III di Banyuwangi, Jawa Timur. (dok antara)

BANYUWANGI, PustakaJC.co - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melakukan panen raya jagung kuartal III di lahan seluas 20 hektare yang berlokasi di kawasan Green Farm, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jumat, (11/9/2026).

 

Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur, Arum Sabil, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor pertanian setempat. Dilansir dari antaranews.com, Jumat, (11/9/2026).

 

Irjen Pol Nanang Avianto mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mempertahankan surplus pangan dan memberikan dukungan penuh terhadap penguatan sektor pertanian daerah.

"Hari ini saya yang kedua kalinya panen jagung di Banyuwangi. Alhamdulillah Bupati Banyuwangi sangat mendukung sekali," ujar Nanang di sela kegiatan.

 

Menurut Kapolda, kawasan Green Farm Desa Karangsari tidak hanya berfungsi sebagai lahan produktif, tetapi juga sebagai pusat riset dan pengembangan varietas tanaman unggulan. Karakteristik geografis Banyuwangi yang beragam—mulai dari wilayah pesisir, lembah, hingga pegunungan—dinilai sangat potensial untuk pengembangan berbagai komoditas pangan.

 

 

Ia berharap hasil pengelolaan pertanian berbasis riset presisi di lokasi tersebut dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia guna mendukung agenda ketahanan pangan nasional sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

 

Pada kesempatan yang sama, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa produktivitas sektor pertanian di wilayahnya terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, produksi jagung Banyuwangi mencatatkan angka 250.596 ton, atau naik sekitar 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Dengan tingkat kebutuhan jagung daerah yang berada di kisaran 69.842 ton, Banyuwangi konsisten mencatatkan surplus dalam jumlah besar. Sebagai pembanding, surplus produksi jagung daerah tersebut pada tahun 2024 mencapai 180.754 ton.

 

"Alhamdulillah Banyuwangi selalu surplus. Terima kasih kepada Bapak Kapolda, kepolisian, para petani, dan seluruh pemangku kepentingan. Semoga ikhtiar bersama ini membawa keberkahan bagi kita semua," tukas Ipuk. (ivan)