Musyafak menyoroti sebagian besar anak perusahaan PWU merupakan warisan usaha berusia lanjut yang membutuhkan inovasi, modernisasi mesin, serta peningkatan profesionalisme SDM. Karena itu, ia mensyaratkan adanya perencanaan bisnis (business plan) yang terukur sebelum penyertaan modal dikucurkan.
Dukungan serupa disampaikan Plt Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim, Aftabudin. Ia menilai performa bisnis dan perolehan laba PT PWU saat ini sudah berada dalam tren positif. Menurutnya, besaran suntikan modal bahkan bisa menyesuaikan kebutuhan ekspansi bisnis, selama didukung naskah akademik yang matang demi memacu Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Perkiraan kita, kalau tahun depan sudah tuntas Perda-nya, maka tahun 2028 penyertaan modal itu bisa terealisasi," pungkas Aftabudin. (ivan)