SURABAYA, PustakaJC.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur membuka peluang pengucuran modal bagi PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur guna mendukung pembenahan tata kelola dan legalitas aset lama perusahaan. Langkah tersebut dinilai krusial mengingat BUMD milik Pemprov Jatim ini membutuhkan dana tak sedikit—diperkirakan mencapai Rp100 miliar hingga Rp300 miliar.
Direktur Utama PT PWU, Erlangga Satriagung, mengungkapkan pembenahan perusahaan tidak cukup hanya menyasar aspek bisnis semata. Penguatan pengawasan, penambahan personel sumber daya manusia (SDM), hingga pengurusan sertifikasi dan penyelesaian alas hak aset-aset lama yang mati memerlukan alokasi anggaran besar. Dilansir dari surabayapagi.com, Selasa, (29/9/2026)
"Untuk menyelesaikan surat atau alas hak yang mati, yang kita terima dahulu juga sudah mati, itu Rp100 miliar saja bisa habis," ujar Erlangga di sela Bimbingan Teknis Tata Kelola dan Business Judgement di Hall Jatim International Expo (JIE) Surabaya, Selasa, (15/9/2026).
Erlangga menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat proses sertifikasi kerap tertahan saat memasuki kewajiban pembayaran ke instansi terkait seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Menanggapi kebutuhan tersebut, Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf menegaskan pihak legislatif siap memberikan dukungan sepanjang mekanisme hukum dan kajian bisnis dipenuhi. Pemerintah provinsi perlu mengajukan payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) sebagai dasar pengucuran modal.
"Perda ini tentu merupakan pengajuan dari eksekutif kepada DPRD. Kemudian kalau di DPRD sudah dilakukan kajian dan sebagainya, pasti tidak pernah kita tolak," tegas Musyafak.
Musyafak menyoroti sebagian besar anak perusahaan PWU merupakan warisan usaha berusia lanjut yang membutuhkan inovasi, modernisasi mesin, serta peningkatan profesionalisme SDM. Karena itu, ia mensyaratkan adanya perencanaan bisnis (business plan) yang terukur sebelum penyertaan modal dikucurkan.
Dukungan serupa disampaikan Plt Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim, Aftabudin. Ia menilai performa bisnis dan perolehan laba PT PWU saat ini sudah berada dalam tren positif. Menurutnya, besaran suntikan modal bahkan bisa menyesuaikan kebutuhan ekspansi bisnis, selama didukung naskah akademik yang matang demi memacu Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Perkiraan kita, kalau tahun depan sudah tuntas Perda-nya, maka tahun 2028 penyertaan modal itu bisa terealisasi," pungkas Aftabudin. (ivan)