Untuk memperluas jangkauan edukasi arsip, Disperpusip Jatim juga menghadirkan konten sejarah melalui media sosial. Salah satunya melalui konten mengenai sejarah Jawa Timur dan arsip yang dikemas dengan pendekatan yang lebih ringan.
Menurut Arif, konten tersebut menjadi salah satu cara untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap arsip.
“Mulai ada masyarakat yang kenal. Oh, arsip itu menarik, sesuatu yang fun, bukan sesuatu yang serius,” ujarnya.
Di tengah perkembangan teknologi, Disperpusip Jatim juga terus mengembangkan digitalisasi perpustakaan dari sisi koleksi maupun layanan.
Arif menyebut Disperpusip Jatim memiliki perpustakaan digital DeJatim. Platform tersebut terus dievaluasi dan dioptimalkan agar semakin mudah dimanfaatkan masyarakat.