SURABAYA, PustakaJC.co - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan di sebagian besar wilayah Jawa Timur bakal mengalami keterlambatan hingga Desember 2026. Penundaan ini terjadi akibat dampak anomali iklim global El Nino yang terus menguat dan memperpanjang potensi kekeringan.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Jawa Timur, Anung Suprayitno, menjelaskan bahwa sebanyak 68 dari 74 Zona Musim (ZOM)—atau sekitar 90,6 persen wilayah Jawa Timur—baru akan merasakan rintik hujan pada pengujung tahun. Dilansir dari jawapos.com, Rabu, (30/9/2026).
Bahkan, terdapat sembilan ZOM yang diprediksi mengalami keterlambatan musim hujan lebih dari dua bulan dari jadwal normalnya. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Malang, Lumajang, hingga Jember.
"Kalau split tiga bulan, Jawa Timur sendiri awal musim hujan di bulan November hanya sebagian kecil saja yang akan memasuki musim hujan," kata Anung dalam konferensi pers daring, Selasa (29/9).