Sikapi Anomali Iklim, BMKG Prediksi Hujan di Jatim Baru Turun Akhir Tahun

pemerintahan | 30 September 2026 07:26

 

Ia menambahkan, daerah dengan karakter iklim yang relatif kering seperti Kabupaten Situbondo bahkan diprakirakan baru diguyur hujan pada Januari 2027.

 

Keterlambatan cukup parah ini dipicu oleh indeks El Nino yang telah menyentuh status sangat kuat, yaitu mencapai angka 2,63 sepanjang periode Juli hingga September 2026. Menurut BMKG, hujan baru mulai menyapa kawasan yang sangat terbatas pada dasarian III atau sepuluh hari terakhir November. Puncak penyebaran musim hujan secara merata baru akan berlangsung bertahap sepanjang Desember.

 

Selain El Nino, BMKG mewaspadai ancaman interaksi antara El Nino Southern Oscillation (ENSO) di Pasifik dengan Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudra Hindia yang berpotensi memperparah krisis air.

 

 

"Yang kami khawatirkan adalah interaksi antara indeks ENSO di Pasifik dan dipole mode semakin menguat, justru memperparah musim ini makin kering," ungkap Anung.

 

Kendati demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Anung menegaskan, hujan dipastikan tetap akan turun karena faktor penentu utama musim di Jawa Timur adalah pergerakan angin monsun. Anomali El Nino dan IOD hanya menggeser jadwal kedatangan serta durasi musim hujan. (ivan)