Gandeng Disnakertrans Jatim, Plan Indonesia Gelar Bootcamp Digital untuk Perempuan Muda

pemerintahan | 30 September 2026 18:57

Gandeng Disnakertrans Jatim, Plan Indonesia Gelar Bootcamp Digital untuk Perempuan Muda
Suasana sesi pelatihan tatap muka program Future Innovators Bootcamp yang digelar Plan Indonesia bersama Disnakertrans Jawa Timur di Kantor Disnakertrans Jatim, Surabaya, Rabu, (30/9/2026). (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co - Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur menggelar program Future Innovators Bootcamp untuk memperkuat kesiapan kerja perempuan muda di era digital.

 

Program pelatihan yang berlangsung pada 29 September hingga 10 November 2026 ini diikuti oleh 28 perempuan muda berusia 18–29 tahun dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pencari kerja, hingga pekerja lepas (freelancer). Dilansir dari kominfojatim.go.id, Rabu, (30/9/2026).

 

Programme Director Plan Indonesia, Ida Ngurah, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis (hard skill), sistem pengasuhan (mentoring), serta kesempatan memperoleh pengalaman kerja nyata. Khusus di Jawa Timur, materi difokuskan pada bidang social media marketing sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

 

"Peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga mentoring dan kesempatan memperoleh pengalaman kerja melalui paid internship (magang berbayar)," ujar Ida.

 

 

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, pola pelatihan tahun ini dikembangkan secara hybrid dengan menambah porsi pertemuan tatap muka di Kantor Disnakertrans Jatim. Project Manager Plan Indonesia, Raharjo Prionggo, menyebut langkah ini diambil agar pendamping dapat memantau penguasaan materi peserta secara presisi sebelum diterjunkan ke dunia kerja.

 

Usai pelatihan, para peserta akan mengikuti program magang berbayar selama tiga bulan di perusahaan maupun UMKM penampung, baik secara langsung di wilayah Surabaya dan sekitarnya maupun secara jarak jauh (remote).

 

Selama masa magang, peserta tidak dikenakan biaya, melainkan menerima insentif dan pendampingan berkala yang mencakup adaptasi lingkungan kerja hingga evaluasi Key Performance Indicator (KPI).

 

 

Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jatim, Purwanti Utami, menyambut positif kolaborasi ini. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan target pemerintah daerah dalam memperluas lapangan kerja dan mencetak wirausaha baru.

 

"Pendampingan tidak berhenti ketika peserta mendapatkan pekerjaan. Mereka tetap diarahkan agar mampu beradaptasi dan berkembang di lingkungan kerja," kata Purwanti.

 

Kerja sama antara Disnakertrans Jatim dan Plan Indonesia ditargetkan berlangsung hingga tahun 2027 dengan target penempatan kerja tahun pertama mencapai 80 persen.

 

 

 

Berdasarkan data historis program Futuremakers Youth Employability Programme (FYEP) di Jawa Timur, tingkat retensi peserta yang telah ditempatkan mencapai 98 persen.

Secara keseluruhan di Jawa Timur, FYEP telah melatih 733 peserta—termasuk 367 perempuan dan 83 penyandang disabilitas—dengan 302 di antaranya telah terserap di sektor retail, teknologi informasi, dan hospitality.

 

Selain di Jawa Timur, program Future Innovators Bootcamp juga digelar di DKI Jakarta/Jabodetabek, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta, yang nantinya akan diakhiri dengan pameran karya (showcase) hasil pembelajaran peserta. (ivan)