PROBOLINGGO, PustakaJC.co - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan lereng Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, kawasan Gunung Bromo, merenggut korban jiwa dari kalangan petugas dan relawan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat, sebanyak empat orang dilaporkan meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka bakar serius dalam insiden yang terjadi pada Kamis (15/10).
Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menjelaskan bahwa titik api pertama kali terdeteksi di lereng Pusung Lingker pada Kamis pukul 09.00 WIB. Menanggapi temuan tersebut, tim gabungan yang terdiri atas petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan relawan karyawan hotel setempat (Artotel) bergerak menuju lokasi kebakaran pada pukul 10.20 WIB untuk memadamkan api. Dilansir dari antaranews.com, Jumat, (16/10/2026).
Namun, situasi memburuk menjelang siang akibat tiupan angin kencang yang membuat kobaran api dengan cepat membesar dan mengepung para petugas.
"Pada pukul 13.30 WIB terpantau api semakin besar karena tiupan angin kencang, sehingga personel gabungan terjebak di lokasi kebakaran. Beberapa orang petugas bersama relawan meminta tolong karena terjebak api dan asap pekat," kata Oemar saat dihubungi pada Jumat (16/10).
Upaya penyelamatan langsung dilakukan. Pada pukul 14.29 WIB, sejumlah petugas berhasil menerobos kobaran api dan asap pekat. Di lokasi, tim menemukan enam korban, di mana tiga di antaranya telah meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar.
Tiga korban luka langsung dievakuasi ke Puskesmas Sukapura sekitar pukul 14.35 WIB. Sementara itu, tiga jenazah dievakuasi ke Bukit Mentigen sebelum akhirnya dibawa ke RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo, untuk proses autopsi. Tim Inafis Polres Probolinggo juga dikerahkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kondisi para korban luka sempat memburuk. Pada pukul 18.59 WIB, satu korban luka bakar dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Tongas, menambah jumlah korban tewas menjadi empat orang.
Adapun identitas para korban meninggal dunia adalah:
- Sukaris (Petugas TNBTS) — meninggal di lokasi
- Sefril (Relawan/Karyawan Artotel) — meninggal di lokasi
- Wisnu (Relawan/Karyawan Artotel) — meninggal di lokasi
- Hendra Roni (Petugas TNBTS) — meninggal di RSUD Tongas
Dua korban lainnya yang mengalami luka bakar serius, yakni Munawi (petugas TNBTS) dan Suraji(relawan/karyawan hotel), saat ini telah dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.
Atas musibah ini, BPBD Probolinggo menyampaikan duka cita yang mendalam bagi seluruh korban yang gugur dalam tugas pemadaman tersebut.
"Kami sangat berduka atas kejadian karhutla tersebut hingga menimbulkan korban jiwa. Mudah-mudahan husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," pungkas Oemar. (ivan)