TRENGGALEK, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat tata kelola dan pengawasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi guna menjaga ketahanan energi di wilayahnya. Langkah ini ditempuh melalui sosialisasi konservasi energi sekaligus optimalisasi penggunaan aplikasi XStar di Gedung Bhawarasa, Kabupaten Trenggalek, Kamis, (15/10/2026).
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, MHD. Aftabuddin Rijaluzzaman, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung sistem pengawasan distribusi energi yang lebih terintegrasi, transparan, dan akuntabel. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Minggu, (18/10/2026).
“Konservasi energi dan penggunaan BBM bersubsidi secara bijak menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan energi. Optimalisasi aplikasi XStar diharapkan dapat mendukung pemantauan, pelaporan, dan pengendalian pemanfaatan energi agar lebih tertib dan tepat sasaran,” ujar Aftabuddin.
Ia menjelaskan, kelancaran distribusi energi sangat vital karena menjadi penopang utama berbagai aktivitas perekonomian masyarakat, mulai dari sektor pertanian, perikanan, usaha mikro, hingga transportasi. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, badan usaha penyalur, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan pasokan.
Pada tahun anggaran 2026, Jawa Timur memperoleh alokasi kuota Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) sebesar 2.729.364 kiloliter dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) sebesar 3.963.455 kiloliter.
Berdasarkan data PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus hingga Agustus 2026, penyaluran JBT telah merealisasikan 1.754.114 kiloliter atau sekitar 64 persen dari total kuota. Sementara untuk JBKP, penyalurannya telah mencapai 2.628.676 kiloliter atau setara dengan 66 persen dari alokasi yang ditetapkan.
Untuk memastikan BBM bersubsidi terserap sesuai peruntukan hingga akhir tahun, Pemprov Jatim mengandalkan mekanisme pengendalian berupa penerbitan surat rekomendasi. Hingga September 2026, tercatat sebanyak 138.449 dokumen surat rekomendasi telah diterbitkan bagi para pelaku usaha dan masyarakat yang berhak.
Dari total penerbitan tersebut, sektor pertanian mencatatkan kontribusi terbesar dengan porsi mencapai 60 persen. Sedangkan untuk sektor transportasi air motor tempel mencatatkan porsi sebesar 0,07 persen.
Melalui sosialisasi ini, Pemprov Jatim bersama Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dan menggunakan BBM bersubsidi sesuai kebutuhan. Penerapan aplikasi XStar juga diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antarstakeholder dalam mengelola data serta informasi energi secara efisien dan berkelanjutan. (ivan)