Salah satu langkah konkret implementasinya adalah pengembangan Taman Kehati seluas 27 hektare di Cerme, Kabupaten Gresik, yang menggaet kemitraan sektor swasta untuk melestarikan tumbuhan endemik dan langka.
Penyusunan dokumen ini dilakukan oleh DLH Jatim bekerja sama dengan Anwar Muhammad Foundation (AMF), serta didukung oleh Kementerian PPN/Bappenas dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) melalui program Global Biodiversity Framework Implementation(GBFI).
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, A. A. Leonardo Teguh Sambodo, mengungkapkan bahwa Jawa Timur merupakan satu dari empat provinsi percontohan nasional dalam penyusunan rencana pengelolaan kehati, bersama Kalimantan Timur, Aceh, dan Papua Barat Daya.
Leonardo menyoroti potensi ekologis Jatim yang sangat vital, salah satunya keberadaan ekosistem mangrove yang menyumbang sekitar 48 persen dari total area mangrove di Pulau Jawa. Menurutnya, konservasi lingkungan dan pertumbuhan ekonomi tidak boleh berjalan saling meniadakan.