SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi mengintegrasikan pelestarian keanekaragaman hayati ke dalam pilar pembangunan daerah. Langkah strategis ini ditandai dengan peluncuran dokumen Profil Keanekaragaman Hayati (Kehati) 2026 dan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP Kehati) 2026–2030 di Surabaya, Selasa, (20/10/2026).
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, R. Heru Wahono Santoso, menyatakan bahwa kedua dokumen tersebut berfungsi sebagai peta data sekaligus navigasi kebijakan dalam mengelola dan melestarikan kekayaan hayati Jatim secara berkelanjutan. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Raby, (21/10/2026).
"Sudah punya profil sekaligus juga rencana induk pengelolaan. Jadi, kita punya peta datanya keanekaragaman hayati, sekaligus kita juga punya jalan untuk pengelolaannya," ujar Heru.