Komitmen Pembangunan Berkelanjutan, Pemprov Jatim Luncurkan Dokumen Profil dan Rencana Induk Kehati 2026–2030

pemerintahan | 21 Oktober 2026 07:28

 

Heru menekankan bahwa pelestarian lingkungan—mulai dari ekosistem pegunungan, hutan, hingga pesisir dan laut—membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pentahelix (pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media). Salah satu wujud aksi nyata yang terus didorong adalah gerakan penanaman mangrove secara masif.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur, Nurkholis, memaparkan bahwa berdasarkan Profil Kehati 2026, Jawa Timur mengidentifikasi sebanyak 1.939 takson unik flora dan 1.910 takson unik fauna. Di antaranya merupakan spesies bernilai konservasi tinggi seperti rusa Bawean, banteng, elang Jawa, dan merak hijau.

Meski demikian, Nurkholis menggarisbawahi berbagai ancaman nyata yang dihadapi, seperti alih fungsi lahan, fragmentasi habitat, pencemaran, hingga dampak perubahan iklim.

 

"RIP Kehati Jatim 2026–2030 mengusung visi mewujudkan Jawa Timur yang lestari melalui pengelolaan keanekaragaman hayati secara terintegrasi, berkelanjutan, dan inklusif," jelas Nurkholis.