Khofifah-Emil Minta Kementerian ESDM Tindak Tegas Penyelewengan BBM Subsidi di Jatim

pemerintahan | 21 Oktober 2026 07:35

Khofifah-Emil Minta Kementerian ESDM Tindak Tegas Penyelewengan BBM Subsidi di Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mendatangi Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (dok kompas)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina untuk memperketat pengawasan dan menindak tegas praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis Solar, di wilayah Jawa Timur.

 

Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak saat menemui Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, di Gedung Chairul Saleh, Jakarta, Selasa, (20/10/2026).

 

Khofifah menegaskan bahwa langkah tegas dan pengawasan ekstra di sepanjang jalur distribusi sangat mendesak untuk menghentikan aksi spekulan yang memanfaatkan celah kelangkaan BBM. Dilansir dari kompas.com, Rabu, (21/10/2026).

 

"Pengawasan tersebut diperlukan untuk mencegah praktik penimbunan maupun pembelian dalam jumlah besar yang berpotensi disalahgunakan," kata Khofifah.

 

 

 

Ia juga mengusulkan pembentukan tim pengawasan tambahan yang bertugas memantau pergerakan distribusi secara langsung di lapangan. Hal ini mencakup antisipasi terhadap modus pembelian menggunakan tangki modifikasi berkapasitas besar yang kerap dipindahkan atau dibagi di tengah jalan.

 

 

Selain masalah penegakan hukum, Khofifah meminta Kementerian ESDM dan Pertamina bersikap terbuka mengenai kendala teknis rantai pasok—seperti keterlambatan kapal tanker maupun penyesuaian kuota—agar Pemprov Jatim dapat menyampaikan edukasi yang tepat kepada publik.

 

"Informasi yang jelas dan terkoordinasi diperlukan untuk mencegah kesimpangsiuran sekaligus menjaga situasi tetap kondusif. Apalagi yang mungkin menjadi kendala-kendala di lapangan, sehingga kita bisa menyampaikan informasi kepada publik yang dapat menjadi peneduh," ujar Khofifah.

 

 

 

Menanggapi permintaan Pemprov Jatim, Sekjen Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPH Migas dan Pertamina untuk menjamin ketersediaan pasokan, tidak hanya di level depo atau Fuel Terminal, tetapi langsung hingga ke tingkat SPBU.

 

Sebagai langkah konkret percepatan pemulihan distribusi di Jawa Timur, Kementerian ESDM menyiapkan tiga strategi darurat:

 

  1. Penambahan Pasokan: Mengirimkan pasokan BBM tambahan menggunakan kapal tanker ke berbagai depo di Jatim.
  2. Penguatan Armada: Mengerahkan tambahan 21 unit mobil tangki melalui skema spot charter.
  3. Jam Operasional Nonstop: Memperpanjang jam operasional depo BBM menjadi 24 jam penuh.

 

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mengurai antrean panjang kendaraan di sejumlah daerah di Jawa Timur dan mengembalikan stabilitas penyaluran BBM bersubsidi dalam waktu singkat. (ivan)