Intervensi Sejak Remaja dan Kesehatan Calon Ayah
Meski menunjukkan tren positif, Arumi mengingatkan agar pengawalan dan intervensi pencegahan stunting terus diperketat di tingkat keluarga agar angka tersebut tidak kembali naik. Menurutnya, intervensi tidak boleh hanya menyasar balita atau baru dimulai saat masa kehamilan.
"Kami harus turun kembali mengintervensi remaja putri utamanya, dan juga remaja pria yang harus punya kesadaran mengenai stunting," ujar Arumi.
Ia menjabarkan bahwa faktor biologis calon ayah, termasuk kualitas DNA, turut memengaruhi kesehatan bayi. Selain itu, kesiapan mental dan emosional seorang ayah sangat krusial dalam mendukung pengasuhan anak sejak dini, khususnya dalam menyukseskan pemberian ASI eksklusif selama minimal enam bulan.
"Kesiapan ayah itu bukan hanya kehadiran fisik, tetapi juga emosional untuk mendukung proses ASI eksklusif. Ini butuh kehadiran ayah yang luar biasa," tegasnya.