Pasar Murah ke-220 Pemprov Jatim di Lamongan Catat Transaksi Rp66,83 Juta

pemerintahan | 02 November 2026 18:29

Pasar Murah ke-220 Pemprov Jatim di Lamongan Catat Transaksi Rp66,83 Juta
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Plt Kepala Disperindag Jatim Iwan saat pelaksanaan pasar murah ke-220 di Alun-Alun Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Minggu, (1/11/2026). (dok kominfo)

LAMONGAN, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat transaksi sebesar Rp66,83 juta dalam pelaksanaan pasar murah ke-220 yang digelar di Alun-Alun Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Minggu, (1/11/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus daya beli masyarakat.

 

Pasar murah yang diselenggarakan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur tersebut dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Plt Kepala Disperindag Jatim Iwan S.Hut serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Dilansir dari kominfojatim.go.id, Senin, (2/11/2026).

 

Pelaksanaan pasar murah itu juga menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

 

Berdasarkan data penyelenggara, sebanyak 354 orang mengunjungi kegiatan tersebut. Total transaksi mencapai Rp66.830.000, terdiri atas penjualan bahan pokok senilai Rp59.530.000 dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar Rp7.300.000.

 

Sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Beras SPHP ditawarkan Rp55.000 per 5 kilogram, beras premium Rp70.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta Minyakita Rp13.000 per liter.

 

 

 

Selain itu, masyarakat juga dapat membeli berbagai komoditas pangan lainnya, seperti cabai, bawang, telur, dan daging ayam ras.

 

Plt Kepala Disperindag Jatim Iwan mengatakan, pasar murah merupakan salah satu instrumen pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Program tersebut sekaligus menjadi sarana memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok serta mendukung pemasaran produk industri kecil dan menengah (IKM).

 

“Pasar murah menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, sekaligus mendekatkan kebutuhan pokok serta memberdayakan IKM. Ke depan, pelaksanaannya terus diperluas, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

 

Menurutnya, pelaksanaan pasar murah tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan IKM lokal untuk memasarkan produknya.

 

Melalui program tersebut, Pemprov Jatim berupaya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat sekaligus memperkuat peran pelaku usaha lokal dalam mendukung perekonomian daerah. (ivan)