Khofifah Salurkan 65,7 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

parlemen | 24 Agustus 2026 19:21

Khofifah Salurkan 65,7 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa di NTT. (dok kompas)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan kemanusiaan sebanyak 65,7 ton senilai Rp3,006 miliar untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut disalurkan ke Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Minggu, (23/8/2026).

 

Bantuan yang berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama dukungan corporate social responsibility (CSR) itu diserahkan di dua lokasi. Masing-masing di SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, serta Posko Rumah Jabatan Sekretaris Daerah di Manggarai Timur. Dilansir dari kompas.com, Senin, (24/8/2026).

 

Khofifah mengatakan, total bantuan yang dibawa mencapai 65,7 ton dengan nilai Rp3.006.652.875. Jenis bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta hasil masukan dari tenaga kesehatan yang lebih dahulu memberikan pelayanan kepada warga terdampak gempa.

 

Dari total bantuan tersebut, sebanyak 12,8 ton senilai Rp720.965.175 disalurkan untuk masyarakat di sekitar SD Inpres Robo. Sementara bantuan untuk posko di Manggarai Timur mencapai 52,9 ton dengan nilai Rp2.285.687.700.

 

 

Logistik yang disalurkan meliputi beras dan makanan, obat-obatan, perlengkapan mandi dan higiene, kebutuhan bayi dan anak, kebutuhan perempuan, tenda, terpal hingga kompor.

 

Khofifah menjelaskan, kebutuhan obat-obatan juga disusun berdasarkan pendataan tenaga kesehatan yang bertugas di lokasi terdampak.

 

“Para dokter menulis kebutuhan obat-obatan di sini. Kalau tidak salah ada 14 jenis dan kami juga membawa hari ini,” ujar Khofifah.

 

Saat meninjau kondisi warga di Desa Ranaka, Khofifah mendapat informasi mengenai kebutuhan tambahan beras. Ia kemudian meminta agar sebanyak 5 ton beras segera dialihkan ke desa tersebut untuk memperluas jangkauan distribusi bantuan.

 

“Kita membawa 65,7 ton beragam logistik, termasuk kebutuhan bayi dan balita. Di dalamnya ada sekitar 12 ton beras. Tadi Pak Kades menyampaikan untuk ditambah 5 ton. Saya rasa beras bisa digeser ke sini 5 ton, sehingga bisa lebih merata,” katanya.

 

 

Menurut Khofifah, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat sekaligus mendukung proses awal pemulihan pascabencana.

 

“Ini hanya untuk memenuhi kebutuhan beberapa saat. Tetapi yang kita harapkan, ini bisa membantu memenuhi kebutuhan mereka,” ujarnya.

 

Layanan Kesehatan Diperkuat

 

Selain bantuan logistik, Pemprov Jawa Timur juga memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.

 

Sejak 17 Agustus 2026, sebanyak tujuh dokter telah bergabung memberikan pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng. Kemudian pada 22 Agustus 2026, sebanyak 10 dokter dan perawat dari RSUD Dr. Soetomo Jawa Timur turut diterjunkan untuk membantu pelayanan medis.

 

Pemprov Jawa Timur juga menyiapkan empat orang untuk membantu penanganan trauma pada anak melalui layanan dukungan psikososial (LDP). Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan warga, khususnya anak-anak yang mengalami dampak psikologis akibat bencana.

 

Khofifah menegaskan, solidaritas antardaerah menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi kebencanaan. Dukungan tidak hanya diwujudkan melalui bantuan logistik, tetapi juga melalui tenaga kesehatan dan pendampingan psikososial sesuai kebutuhan masyarakat.

 

 

Sementara itu, Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan masyarakat Jawa Timur.

 

Menurutnya, dukungan tenaga medis dari Jawa Timur turut membantu pelayanan kesehatan bagi korban gempa di RSUD Ruteng.

 

Terkait distribusi bantuan, Fabianus memastikan pemerintah desa dan kecamatan akan mengatur penyaluran secara adil agar bantuan dapat diterima masyarakat sesuai kebutuhan.

 

“Kami percayakan kepada kepala desa dan bapak camat untuk mengatur seadil-adilnya. Jangan sampai menimbulkan gejolak dan jangan berebutan,” katanya.

 

Sementara itu, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas menyampaikan bahwa berdasarkan data hingga pukul 21.17 WITA, gempa bumi berdampak terhadap 19.515 infrastruktur di wilayah tersebut.

 

Bencana tersebut juga berdampak terhadap 20.673 kepala keluarga atau sekitar 85.461 jiwa. Data itu mencatat 34 orang meninggal dunia dan 239 orang mengalami luka berat.

 

Pemprov Jawa Timur berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan pascagempa di wilayah NTT. (ivan)