Ia menilai besarnya potensi mangrove Indonesia harus diikuti dengan berbagai inovasi, kebijakan, dan gerakan pelestarian yang dapat menjadi contoh bagi dunia.
Khofifah mengatakan peningkatan luas mangrove di Jawa Timur merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas lingkungan, dan masyarakat pesisir.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai program rehabilitasi mangrove, Gerakan Mangrove Lestari, serta Festival Mangrove Jawa Timur yang dilaksanakan secara konsisten setiap tahun.
“Dengan capaian tersebut, Jawa Timur menjadi provinsi dengan luasan mangrove terbesar di Pulau Jawa dengan kontribusi mencapai 47,85 persen dari total mangrove Pulau Jawa. Maka kalau tadi saya katakan Indonesia harus jadi lead country, maka Jawa Timur sebisa mungkin jadi lead province,” katanya.