Khofifah Ungkap Luas Mangrove Jatim Capai 31.067 Hektare

parlemen | 27 Agustus 2026 07:24

 

Khofifah menegaskan keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya dilihat dari banyaknya pohon yang ditanam. Menurutnya, keberhasilan juga harus diukur dari kemampuan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari kawasan pantai.

 

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong rehabilitasi yang berbasis karakteristik ekologi. Selain rehabilitasi mangrove, pada lokasi tertentu juga dilakukan penanaman vegetasi asosiasi seperti cemara laut dan pandan laut,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi rehabilitasi ekosistem pesisir secara menyeluruh. Setiap kawasan diberikan perlakuan sesuai kondisi alam agar manfaat ekologis dan ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan.

 

Dalam Festival Mangrove Jawa Timur ke-10, berbagai kegiatan edukatif dan kolaboratif turut digelar. Kegiatan tersebut meliputi pameran pelestarian mangrove, pertunjukan seni budaya, fashion show batik organik dengan pewarna alami mangrove, serta aksi penanaman vegetasi pesisir.

 

Khofifah bersama musisi sekaligus pegiat lingkungan Akhadi Wira Satriaji atau Kaka Slank, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, dan ratusan peserta turut melakukan penanaman vegetasi pesisir.

 

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga meresmikan Pantai Panduri sebagai destinasi wisata edukasi mangrove. Peresmian dilakukan bersama sejumlah pejabat pemerintah melalui penandatanganan prasasti.

 

Sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan, Khofifah bersama para tamu undangan menanam 700 bibit yang terdiri atas cemara udang dan pandan laut. Mereka juga melepasliarkan 100 ekor burung perkutut.

 

Dalam rangkaian festival, Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut memberikan penghargaan kepada 21 individu, pemerintah daerah, perusahaan, dan pegiat lingkungan yang dinilai berkontribusi terhadap pelestarian mangrove di Jawa Timur.