MOJOKERTO, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar operasi pasar murah guna menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Kegiatan yang memasuki gelaran ke-139 sepanjang tahun 2026 ini dipusatkan di Halaman Balai Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, langkah ini dilakukan secara berkeliling ke berbagai daerah untuk melengkapi program intervensi harga yang telah dijalankan oleh pemerintah kabupaten dan kota setempat. Sebelum di Mojokerto, kegiatan serupa diselenggarakan di Sampang.
"Upaya penjangkauan melalui pasar murah di tahun 2026 ini sudah yang ke-139. Dilansir dari kompas.com, Minggu, (20/9/2026).
Harapannya semakin mendekatkan akses kepada masyarakat, memberikan ruang sekaligus meningkatkan daya beli," ujar Khofifah saat meninjau lokasi kegiatan di Mojokerto.
Dalam gelaran tersebut, Pemprov Jatim mendistribusikan sedikitnya 10 komoditas bahan pokok dengan harga di bawah rata-rata pasar tradisional. Komoditas yang disalurkan antara lain beras medium SPHP seharga Rp11.000 per kilogram, beras premium Rp14.000 per kilogram, serta minyak goreng seharga Rp13.000 per liter.
Selain itu, komoditas lain yang disediakan meliputi gula pasir Rp14.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, telur ayam ras Rp20.000 per pak, daging ayam ras Rp32.000 per pak, hingga bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai.
Khofifah mencontohkan, harga Minyakita dan gula pasir di lokasi pasar murah dijual selisih hingga Rp4.000 lebih murah dibandingkan harga pasaran yang saat ini menyentuh kisaran Rp17.000. Selain bahan pokok, ajang ini juga memfasilitasi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) lokal untuk memasarkan produknya.
Intervensi harga ini mendapat respons positif dari warga setempat. Aminah, salah satu pembeli di Desa Lengkong, mengaku sangat terbantu dengan adanya selisih harga tersebut di tengah kondisi ekonomi saat ini dan berharap kegiatan serupa dapat rutin digelar. (ivan)