Khofifah Berduka atas Gugurnya Empat Pemadam Karhutla Bromo

parlemen | 16 Oktober 2026 17:38

Khofifah Berduka atas Gugurnya Empat Pemadam Karhutla Bromo
Petugas saat akan mengevakuasi jenazah relawan yang terjebak kebakaran hutan dan lahan Bromo. (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya empat orang petugas gabungan dan relawan yang tengah berjuang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

 

Keempat korban yang meninggal dunia dalam insiden tersebut adalah Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata yang merupakan petugas Balai Besar TNBTS, serta Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19), dua relawan yang merupakan karyawan hotel setempat. Dilansir dari suarasurabaya.net, Jumat, (16/10/2026).

 

 

“Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya para petugas dan relawan yang tengah berjuang memadamkan api di kawasan Bromo. Doa terbaik saya haturkan bagi para korban yang meninggal dunia,” ujar Khofifah dalam keterangannya di Surabaya, Jumat, (16/10/2026).

 

 

 

Khofifah menegaskan bahwa pengabdian para korban di tengah tingginya risiko kebakaran merupakan bentuk dedikasi dan kepedulian nyata dalam penanganan bencana serta perlindungan kawasan hutan. Menurutnya, duka ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga korban, melainkan juga menjadi duka mendalam bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.

 

Atas keberanian dan pengorbanan tersebut, Gubernur Jatim memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para petugas dan relawan yang berada di garis depan pemadaman api.

 

“Di tengah risiko yang besar, mereka berupaya memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas. Pengabdian mereka menjadi pengingat akan besarnya dedikasi orang-orang yang berada di garis depan dalam penanganan bencana,” tuturnya.

 

 

Selain menyampaikan belasungkawa, Pemprov Jawa Timur juga menyiapkan bantuan berupa santunan duka cita sebesar Rp10 juta kepada masing-masing keluarga korban yang meninggal dunia.

 

“Semoga santunan ini dapat sedikit membantu keluarga yang ditinggalkan. Kami memahami bahwa bantuan materi tidak akan dapat menggantikan kehilangan orang-orang tercinta, tetapi kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban keluarga yang sedang berduka,” jelas Khofifah.

 

Tak hanya bagi korban tewas, Khofifah turut mendoakan para petugas lain yang mengalami luka-luka agar segera diberikan kesembuhan dan kekuatan selama menjalani perawatan medis.

 

Menutup keterangannya, Khofifah mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian kawasan hutan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di area-area yang rawan terbakar.

 

“Semoga musibah ini menjadi pengingat bagi kita untuk semakin peduli terhadap kelestarian alam, sekaligus memberikan perhatian besar terhadap keselamatan setiap personel yang bertugas dalam penanganan bencana,” pungkasnya. (ivan)